Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Minggu, 13 Oktober 2013

Erick Thohir Beli Inter Milan Rp 3,9 Triliun

 Pemilik DC United Erick Thohir saat menggelar jumpa pers di Jakarta, Sabtu (2/2).   (Republika/Agung Fatma Putra)
Pemilik DC United Erick Thohir saat menggelar jumpa pers di Jakarta, Sabtu (2/2). (Republika/Agung Fatma Putra)

REPUBLIKA.CO.ID, MILAN — Pembicaraan lanjutan antara Presiden Inter Milan, Massimo Moratti dan Erick Thohir memasuki babak akhir. La Gazzetta dello Sport, Rabu (9/10), melaporkan penandatanganan pelepasan saham klub bakal terjadi akhir bulan ini.

Dana yang dikeluarkan Erick Thohir untuk membeli 70 persen saham La Beneamata sekitar 250 juta euro atau sekitar Rp 3,9 triliun. Untuk mendapatkan dana sebesar itu, dibentuk konsorsium terdiri Erick Thohir, Roslan Roeslani, dan Handy Soetedjo.

Bocorannya, Erick Thohir bakal memiliki 35 sampai 50 persen saham Inter. Adapun, Roslan Roeslani dan Handy Soetedjo masing-masing mendapat 17 persen saham klub peraih treble winners pertama di Italia itu.

Saat ini, beredar dua dokumen sebagai opsi akuisisi saham Inter. Yang pertama adalah dokumen yang menetapkan persyaratan, waktu, dan biaya operasional sekitar 300 juta euro (Rp 4,6 triliun). Dokumen tersebut ditandangani Moratti dan tiga pengusaha yang tergabung dalam konsorsium tersebut.

Adapun, dokumen kedua adalah perjanjian pemegang saham yang dua subjek utamanya adalah mengatur adanya pedoman perusahaan baru. Sepertinya, kedatangan Erick Thohir bisa membuat susunan Direksi Inter berubah menjadi tujuh atau delapan orang.

Meski susunan petinggi Nerazzurri belum resmi dibubarkan, namun tiga posisi nantinya tetap dijabat keluarga Moratti. Namun, peluang sangat terbuka bagi Erick Thohir untuk mengubah alokasi kursi dengan menempatkan koleganya untuk duduk di kursi yang bisa mempengaruhi kebijakan klub.

Jika berhasil menguasai mayoritas saham Inter, kepemilikan klub Erick Thohir bakal bertambah. Sebelumnya, ia sudah membeli klub sepak bola Amerika Serikat (MLS) DC United dan klub bola basket NBA Philadelphia 76ers. Di tingkat lokal, ia mempunyai dua klub basket Satria Muda dan Indonesia Warriors, serta menjadi pemilik saham mayoritas klub ISL, Persib Bandung

Pemain Juventus Juga Ikut Ucapkan Selamat untuk Timnas U-19

Giorgio Chiellini (Foto: Ist)
Giorgio Chiellini (Foto: Ist)
JAKARTA – Ucapan selamat kepada Timnas Indonesia U-19 yang baru saja sukses memenangi AFF Cup U-19 tidak hanya datang berbagai kalangan di tanah air. Ucapan selamat juga datang dari luar negeri, tepatnya dari Italia.

Bek Juventus, Giorgio Chiellini ternyata cukup memberikan atensi terhadap sepak terjang Evan Dimas dkk di AFF U-19. Sesaat usai Indonesia keluar sebagai juara dengan menekuk Vietnam lewat drama adu penalti, Chiellini memberikan ucapan selamat.

“Selamat untuk Indonesia yang menjuarai Piala AFF U19!!! Grandi!!!,” demikian kicauan Chiellini di akun twiternya, @chiellini.

Perjuangan Evan Dimas dkk memenangi AFF U-19 kali ini bisa dikatakan tidak mudah. Bayangkan, mereka harus berlari penuh selama 120 menit di mana pertandingan berakhir 0-0.

Kerja keras anak-anak asuh Indra Sjafri akhirnya terbayar di babak adu penalti di mana mereka sukses mengalahkan Vietnam dengan skor 7-6 setelah dan mencatatkan sejarah meraih trofi perdana di AFF Cup. (acf)

Kode Rahasia di Mata Monalisa !

Lukisan Mona Lisa karya Leonardo da Vinci diyakini menyimpan misteri. Terutama, apa yang tersirat di balik senyum Monalisa. Mona Lisa kembali berada di pusaran misteri saat para detektif seni menemukan hal baru dalam karya agung itu. Di matanya. 

Tersembunyi di cat gelap di bagian pupil mata Mona Lisa, terdapat huruf yang disusupkan oleh sang maestro, Leonardo da Vinci. Kode rahasia ini terungkap berkat teknologi pembesaran termutakhir.

Pengungkapan ini mungkin terinspirasi langsung novel laris 'Da Vinci Code' yang menyebut Mona Lisa menyimpan petunjuk tersembunyi tentang Holy Grail — Cawan Suci.

Adalah Silvano Vinceti, presiden Komite Warisan Budaya Italia, yang menemukan simbol tersebut. "Untuk mata telanjang, simbol ini tak kelihatan, tapi dengan kaca pembesar, itu jelas terlihat," kata dia, seperti dimuat situs Daily Mail. 


Apa simbol yang disembunyikan Da Vinci di mata Mona Lisa?

"Di mata kanan terlihat huruf 'LV' yang mungkin inisial namanya, Leonardo da Vinci, sementara di mata kirinya juga terdapat simbol huruf yang belum terdefinisikan."

Para ahli belum memutuskan huruf apa di mata kiri Mona Lisa. Itu bisa saja huruf 'CE' atau huruf 'B'.
"Sementara di lengkung jembatan di latar belakang lukisan, bisa terlihat angka '72′ atau itu bisa jadi huruf 'L' dan angka '2′. "

"Anda harus paham bahwa lukisan ini sudah berumur 500 tahun, jadi gambarnya tak setajam saat pertama kali dilukis," tambah Vinceti.

Namun, berdasarkan hasil investigasi sementara, para detektif seni mengaku yakin, bahwa simbol itu sengaja dibubuhkan oleh Da Vinci.

Inisiatif pencarian simbol dalam lukisan Mona Lisa seperti plot Dan Brown setelah seorang anggota komite menemukan buku kuno di sebuah toko antik. Buku ini merujuk pada simbol dalam mata Mona Lisa.

Apalagi, 'Da Vinci meletakkan penekanan khusus dalam lukisan Mona Lisa. Dan kita tahu, ia membawa lukisan itu ke manapun di tahun-tahun terakhir hidupnya," kata Vinceti.

"Kami juga tahu bahwa Da Vinci adalah seorang yang esoteric — hanya bisa dipahami orang-orang tertentu, dan kerap menyisipkan simbol-simbol dalam karyanya. Siapa tahu, tambah Vinceti, mungkin ada pesan cinta di sana.

Vinceti adalah anggota sebuah kelompok yang mengajukan izin untuk menggali makam Da Vinci dari nisannya di Kastil Amboise di Desa Loire, Perancis.

Tujuan penggalian makam, untuk melihat langsung tengkorak sang maestro dan membuktikan apakah Mona Lisa adalah gambaran diri Da Vinci.

Hat-trick Evan Dimas Antar Indonesia ke Myanmar

JAKARTA – Indonesia akhirnya memastikan diri lolos ke putaran final AFC Cup U-19 2014 di Myanmar, usai menundukkan Korea Selatan pada laga pamungkas Grup G babak kualifikasi melawan Korea Selatan. Hat-trick Evan Dimas membawa tim Garuda muda menang 3-2 dan memuncaki klasemen akhir.

Pada pertandingan yang dihelat di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Sabtu (12/10/2013) malam WIB tersebut, Indonesia dan Korea sama-sama menampilkan permainan cepat dan saling menekan. Namun, serangan-serangan dari sektor sayap yang dilancarkan Indonesia lebih efektif dan membuat bola tiga kali bersarang di gawang Korea, pengoleksi 12 titel juara AFC Cup U-19. 

Jalannya pertandingan
Babak Pertama
Sejak kick-off, para pemain Indonesia tampil percaya diri, dan mencoba menyerang lewat sisi sayap kiri, mengandalkan kecepatan Ilham Udin. Hasilnya, pemain bernomor punggung 20 itu mendapat peluang pada menit kelima, namun tendangannya masih bisa dihalau kiper Korea. Juga pada menit 10, saat dia mencoba mengirim umpan ke depan kotak penalti, namun lagi-lagi bisa dihalau.

Setelah terus-terusan melancarkan tekanan ke daerah pertahanan Korea, Indonesia akhirnya memimpin lewat Evan Dimas pada menit 29. Berawal dari umpan terobosan yang diberikan pada Ilham Udin di sisi kanan pertahanan Korea, bola kemudian diberikan pada Evan Dimas di depan kotak penalti, dan Gol! Indonesia pun memimpin 1-0.

Baru dua menit unggul, tim Garuda Muda harus mendapat hukuman penalti setelah Hansamu melakukan pelanggaran terhadap Lee Gwanghyeok di dalam kotak penalti. Seol Taesu kemudian maju sebagai eksekutor. Kiper Indonesia Ravi Murdianto tampak menunggu ke mana Taesu mengarahkan bola. Meski arahnya benar, dia gagal menghalau bola. Kedudukan pun imbang 1-1.

Menit 38, peluang didapat Indonesia, lewat Muchlis Hadi yang memanfaatkan umpan Evan Dimas, namun bola sontekannya masih melambung. Selanjutnya, laga semakin berat lantaran hujan deras yang mengguyur SUGBK membuat lapangan tergenang air. Dan, wasit pun kemudian menghentikan laga pada menit 42.

Setelah hujan berhenti dan bagian lapangan yang tergenang air sudah teratasi, pertandingan dilanjutkan, dan statusnya masih babak pertama, dimulai dari 43. Pada sisa babak pertama ini, Indonesia nyaris unggul saat Hargianto melepaskan tembakan jarak jauh, namun bolanya belum melewati garis gawang. Dan, babak pertama pun akhirnya dinyatakan usai dengan skor 1-1.

Babak Kedua
Memasuki interval kedua, kedua tim agak berhati-hati dan mencoba bermain sabar. Dan, GBK pun bergemuruh pada menit 49, saat Evan Dimas menciptakan gol keduanya malam ini. Diawali pergerakan impresif Maldini di sisi sayap kanan, bola kemudian dikirim ke tengah, di mana Evan Dimas berdiri bebas. Lewat kaki kirinya, sang kapten pun menciptakan gol. Indonesia unggul 2-1.

Pada menit 53, Indonesia mendapat peluang bagus lewat Muchlis Hadi, yang menusuk sendirian ke dalam kotak penalti Korea, namun tendangannya masih melambung di atas mistar gawang. Sementara memasuki menit 61, Ilham Udin mendapat kesempatan melepaskan tembakan dari luar kotak penalti, sayang bola masih mampu ditepis kiper Korea. Kedudukan pun belum berubah.

Sejak menit 70, Korea mulai melancarkan serangan-serangan balik yang kerap mengancam gawang Indonesia. Pada menit 72, Korea nyaris menyamakan kedudukan saat terjadi kemelut di dalam kotak penalti Indonesia, dan bola liar mengarah pada Kim Shin, yang langsung menendang bola. Namun, arahnya menyamping dari gawang kosong yang sudah ditinggalkan Ravi.

Pada menit 85, Evan Dimas kembali membobol gawang Korea, sekaligus mencetak hat-trick­-nya pada malam ini. Lagi-lagi dari sektor sayap, Ilham Udin dengan brilian mampu melewati para pemain Korea dan melepaskan umpan ke tengah. Satu sentuhan dari Muchlis, bola kemudian dituntaskan oleh Evan Dimas lewat tendangan kaki kiri. Gol! Indonesia unggul 3-1.

Namun, tiga menit berselang, Korea mampu memperkecil ketertinggalan menjadi 2-3 lewat sundulan kepala Shim Jehyok, memanfaatkan tendangan bebas. Dan, hingga wasit mengakhiri pertandingan, kedudukan 3-2 untuk Indonesia tetap bertahan. Tim Garuda Muda pun berhak lolos otomatis ke putaran final AFC Cup U-19 2014 yang akan berlangsung di Myanmar.

Susunan pemain:
INDONESIA: Ravi Murdianto, Putu Gede, Muhammad Fatchu Rochman, Evan Dimas (C), Muhammad Hargianto, Muchlis Hadi, Muhammad Sahrul, Maldini, Hansamu Yama, Zulfiandi, Ilham Udin

KOREA SELATAN: Lee Teahui, Pak Mingyu, Lim Seunggyeom, Kim Jeognmin, Hwang Hee Chan, Seol Taesu, Choi Jaehun, Hwang Ki Wook, Lee Gwanghyeok, Kim Shin, Shim Jehyok
(dit)